oleh Jason Wasserman MD PhD FRCPC
September 12, 2024
Istilah produk konsepsi merujuk pada jaringan yang terbentuk akibat kehamilan, termasuk embrio atau janin, plasenta, dan selaput ketuban. Jaringan ini biasanya ditemukan di rahim dan mendukung perkembangan embrio atau janin selama kehamilan.
Kapan seorang ahli patologi memeriksa hasil konsepsi?
Produk konsepsi diperiksa oleh ahli patologi ketika jaringan yang berhubungan dengan kehamilan dikeluarkan dari rahim, baik setelah keguguran, aborsi elektif, atau selama prosedur pembedahan seperti dilatasi dan kuretase (D&C)Pemeriksaan jaringan ini sering diminta untuk mengonfirmasi keberadaan jaringan terkait kehamilan, mengidentifikasi potensi komplikasi, atau menentukan penyebab keguguran.
Mengapa pemeriksaan hasil konsepsi penting?
Pemeriksaan hasil konsepsi penting karena memungkinkan ahli patologi untuk:
- Konfirmasi kehamilan: Dalam beberapa kasus, mungkin perlu dipastikan bahwa jaringan kehamilan telah diangkat seluruhnya, terutama setelah keguguran atau aborsi.
- Mengidentifikasi kelainan: Ahli patologi dapat mendeteksi adanya kelainan pada jaringan terkait kehamilan, yang dapat memberikan wawasan mengenai penyebab potensial keguguran atau komplikasi kehamilan lainnya.
- Pastikan perawatan yang tepat: Memeriksa hasil konsepsi memastikan tidak ada jaringan abnormal yang tersisa di rahim, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi atau pendarahan berkelanjutan.
Kondisi medis apa yang dapat diidentifikasi dengan memeriksa hasil konsepsi?
Ahli patologi dapat mengidentifikasi beberapa kondisi medis dengan memeriksa produk konsepsi, termasuk:
- Keguguran tidak lengkap: Ketika beberapa jaringan terkait kehamilan tertinggal di dalam rahim setelah keguguran, yang mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut.
- Kehamilan mola (mola hidatidosa): Pertumbuhan abnormal langka pada jaringan terkait kehamilan yang dapat menimbulkan komplikasi dan, dalam beberapa kasus, kanker.
- Kehamilan ektopik: Kehamilan yang berkembang di luar rahim, sering kali di tuba falopi, dapat didiagnosis jika dokter patologi tidak menemukan jaringan normal terkait kehamilan di dalam rahim.
- Kelainan kromosom: Kadang-kadang, kelainan genetik pada jaringan janin dapat diidentifikasi, yang dapat menjelaskan penyebab keguguran.
- Plasenta akreta/perkreta: Kondisi ini terjadi ketika plasenta menempel terlalu dalam ke dinding rahim (akreta) atau menembus dinding rahim dan masuk ke organ di sekitarnya (perkreta). Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan atau persalinan.
Apa saja ciri-ciri mikroskopis hasil konsepsi?
Ketika ahli patologi memeriksa hasil konsepsi di bawah mikroskop, mereka mencari beberapa fitur utama, termasuk:
- Vili: Ini adalah tonjolan seperti jari yang membentuk plasenta dan membantu menyalurkan nutrisi dari ibu ke embrio atau janin yang sedang berkembang. Vili yang normal memiliki struktur yang terorganisasi dengan baik, sedangkan vili yang abnormal mungkin tampak membesar atau tidak berbentuk.
- Sel trofoblastik: Sel-sel ini bertanggung jawab untuk membentuk plasenta dan dapat menunjukkan pola pertumbuhan abnormal pada kondisi seperti kehamilan molar.
- Jaringan janin: Jika kehamilan masih dalam tahap lebih lanjut, dokter spesialis patologi juga dapat mengidentifikasi jaringan embrio atau janin, seperti organ atau tulang.
- Situs implantasi: Ini adalah area tempat kehamilan menempel pada dinding rahim. Dokter patologi dapat melihat perubahan di area ini, seperti peradangan atau pembengkakan atau jaringan parut, yang dapat memberikan petunjuk tentang komplikasi kehamilan.
Ciri-ciri mikroskopis ini membantu ahli patologi mengonfirmasi keberadaan jaringan kehamilan dan mengidentifikasi kelainan apa pun yang mungkin menyebabkan keguguran atau komplikasi kehamilan.